Dr. Sung Shen-chu adalah seorang neurolog senior dari Chiayi, Taiwan, yang sudah puluhan tahun menangani pasien demensia dan stroke.
Setiap hari menyaksikan kerentanan, kebingungan, dan rasa sakit pasiennya, beliau memutuskan menulis surat terbuka yang sangat menyentuh untuk keluarganya sendiri. Berdasarkan pengalaman klinisnya yang luas, beliau merinci dengan jelas bagaimana beliau ingin diperlakukan dan dirawat jika suatu hari beliau mengalami kehilangan ingatan.
Ini adalah pelajaran yang mendalam tentang bagaimana mencintai dan merawat seseorang yang perlahan "kembali ke kepolosan masa kanak-kanak", sekaligus tetap menjaga martabatnya sebagai orang dewasa.
Berikut inti pesan menyentuh dari Dr. Sung untuk keluarganya:
*"Jika Suatu Hari Nanti Aku Mengalami Demensia" — Oleh Dr. Sung Shen-chu*
"Untuk keluargaku tercinta,
Jika suatu hari aku terkena demensia, tolong tempelkan pesan ini di dinding kamarku. Aku berharap, saat aku masih bisa memahaminya, melihat pesan ini akan memberiku ketenangan. Dan pada hari aku sudah tidak bisa lagi memahaminya, pesan ini akan menjadi cara kalian untuk mencintaiku.
*Jangan menguji ingatanku:*
Setiap kali kalian masuk ke kamar, panggil aku dengan namaku dan katakan siapa kalian. Tolong jangan bertanya, 'Kamu tahu aku siapa?' Kalau aku tidak tahu, itu akan membuatku takut dan sangat malu.
*Jangan berdebat dengan kenyataanku:*
Jika aku merasa sedang hidup di masa lain, atau jika aku membicarakan sanak saudara yang sudah meninggal seolah-olah mereka masih hidup, jangan memaksaku kembali ke realita. Temani aku sebentar di dunia itu. Biarkan aku 'menang' dengan cinta.
*Jagalah martabatku:*
Tolong jangan perlakukan aku seperti anak kecil. Sekalipun aku kehilangan bahasa dan pemahaman, jiwaku tetap jiwa orang dewasa. Jika aku lupa cara memakai sendok, jangan langsung menyuapiku — berikan aku celemek dan biarkan aku mencoba makan dengan tanganku.
*Jangan merasa sakit hati:*
Jika tiba saatnya aku tidak mengenali wajahmu, tolong jangan terluka. Itu bukan berarti aku tidak mencintaimu; itu hanya berarti pikiranku sedang kacau.
*Duduklah bersama kesedihanku:*
Jika kamu melihatku duduk dengan cemas atau sedih, jangan hanya bilang 'jangan banyak pikiran'. Cukup genggam tanganku dan duduklah bersamaku dengan tenang.
*Yang paling penting:*
Tolong ingat, aku tetaplah aku. Aku mungkin bukan orang yang persis sama seperti yang kalian ingat, tapi aku tetap jiwa yang sama yang kalian cintai."
---
Pesan ini indah sekali. Intinya: mendekati orang yang kita cintai dengan empati, lembut, dan sabar.